Cari Blog Ini

Peran dan Fungsi Mahasiswa


Aktivitas di kampus mulai aktif kembali setelah liburan semester yang bertepatan dengan bulan ramadhan. Setelah menikmati liburan puasa bersama sanak saudara di kampung halaman yang tentunya menjadi kenikmaan tersendiri, sekarang  kita akan disibukan kembali dengan aktivitas akademik.  Bertepatan dengan itu, mahasiswa baru (maba) pun hadir ditegah-tengah civitas akademika. Selamat datang mahasiswa baru. Selamat datang di kampus hitam.

Mahasiwa dapat dikatakan sebagai sebuah komunitas unik yang ada di masyarakat karena dengan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga mempunyai idealisme dan idealisme itu sendiri adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang mampu mengeser makna dan kebenaran tersebut. Berdasarkan berbagai potensi yang dimiliki oleh mahasiwa, maka tidak sepantasnya kalau mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negaranya. Mahasiswa bukan lagi siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan rakyat dan bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri dalam lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu, perlu dirumuskan peran, fungsi dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangannya. Tentunya sudah banyak  yang mengetahui bahwa peran seorang mahasiswa yaitu sebagai agen of change dan social of control. Sebagai seorang mahasiswa, tentunya tidak sekedar mengetahui perannya dalam lingkungan masyarakat, tetapi bagaimana kita menjalankan peran itu.
 Selain itu, mahasiswa juga memiliki peran sebagai iron stock , yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak yang baik yang nantinya akan mengganti generasi sebelumnya. Intinya, mahasiswa merupakan aset, cadangan dan menjadi harapan bangsa ke depan. Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan terus mengalir bagai air. Hal itu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda. Oleh karena itulah setiap oraganisasi selalu melakukan kaderisasi. Dunia mahasiswa merupakan momentum kaderisasi yang baik dan sangat disayangkan bila hal tersebut dilewatkan, apalgi mereka yang mempunyai banyak kesempatan.
Bukan hanya itu, dalam sejarah merebut kemerdekaan pun tidak lepas dari peran generasi muda karena ditangan merekalah perubahan besar terjadi karena mereka adalah garda depan kondisi bangsa. Mahasiswa juga memiliki peran sebagai guardian of value, artinya mahasiswa juga sebagai penjaga nilai-nilai dalam masyarakat. Mahasiswa merupakan insan akademis yang selalu berfikir ilmiah dalam mencari kebenaran.
Kehidupan di kampus memang sangat berat bila dibandingkan dengan kehidupan waktu masih di sekolah menegah karena selain memikirkan dirinya sendiri dalam hal akademik, dia juga memiliki peran dan tanggungjawab kepada masyarakat. Meskipun dibebani tugas untuk belajar, seorang mahasiswa tidak boleh lari dari kenyataan hidup yang di hadapi oleh anggota masyarakat. Disamping itu, mahasiswa sebagai insan akademis juga harus memiliki sense of crisis, yaitu peka  dan kritis terhadap masalah yang terjadi disekitarnya dan menemukan solusi yang tepat dalam menyelasaikan permasalahan tersebut.
Berdasarkan uraian di tulisan di atas, maka setidaknya kita bisa mengerti tentang apa sebenarnya peranan kita sebagai seorang mahasiswa karena tidak dapat di pungkiri bahwa kitalah yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang tanggap dan kritis dalam menghadapi masalah. Meski hanya bisa berdiam diri, paling tidak bisa memberikan sesuatu kepada masyarat karena diam bukan berarti tidak bisa berbuat  baik tetapi sebaliknya. Untuk mewujudkan sikap kritis kita harus banyak belajar dari lingkungan sekitar.